CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Pages

Sim Pets

Jumat, 12 Maret 2010

KERJA DAN KELETIHAN

KERJA DAN KELETIHAN

KAITANNYA DENGAN ERGONOMI

Menurut International Ergonomics Association, Ergonomi berasal dari dua kata; ERGON (Kerja) dan NOMOS (Ilmu Pengetahuan), yakni suatu studi tentang aspek manusia dalam kaitannya dengan lingkungan kerjanya yang ditinjau secara anatomi, fisiologi, psikologi, engineering, manajemen serta desain atau perancangan untuk mendapatkan suatu suasana kerja yang dapat sesuai dengan pemakainya (manusia). Secara singkat dapat dikatakan bahwa, ergonomi merupakan suatu penyesuaian yang dilakukan manusia terhadap tugas pekerjaannya dengan kondisi tubuh manusia itu sendiri, tujuannya adalah untuk menurunkan tingkat stress serta beban kerja yang akan dihadapi manusia dalam pekerjaannya.


Lingkungan kerja yang tidak sehat akan menjadi beban tambahan bagi kerja dan atau bagi karyawan, misalnya :

a) Penerangan atau pencahayaan ruangan kerja yang tidak cukup dapat
menyebabkan keletihan mata.

b) Kegaduhan dan bising dapat mengganggu konsentrasi, mengganggu daya ingat dan menyebabkan kelelahan psikologis.

c) Gas, uap, asap dan debu yang terhisap lewat pernapasan dapat mempengaruhi berfungsinya berbagai jaringan tubuh yang akhirnya menurunkan daya kerja.

d) Binatang, khususnya serangga (nyamuk, kecoa, lalat, dan sebagainya)
disamping mengganggu konsentrasi kerja juga merupakan pemindahan (vektor) dan penyebab penyakit.

e) Alat-alat bantu kerja yang tidak ergonomis (tidak sesuai dengan ukuran tubuh) akan menyebabkan kelelahan kerja yang cepat.

f) Hubungan atau iklim kerja yang tidak harmonis dapat menimbulkan kebosanan,tidak betah kerja dan sebagainya yang akhirnya menurunkan produktivitas kerja.


Maka agar faktor-faktor diatas tidak menjadi beban tambahan kerja, faktor lingkungan tersebut dapat diatur sedemikian rupa sehingga dapat meningkatkan gairah kerja, misalnya :


a. Penerangan / pencahayaan yang cukup, standar penerangan tempat kerja setara
dengan 100-200 kaki lilin. Penggunaan lampu neon (fluorecent) dianjurkan
karena kesilauan rendah, tidak banyak bayangan, dan suhu rendah.

b. Dekorasi warna di tempat kerja. Warna atau cat tembok mempunyai arti penting
dalam kesehatan kerja. Warna merah padam misalnya, dapat merangsang
seseorang bekerja lebih cepat daripada warna biru.

c. Ruangan yang diberi pendingin (AC) akan menimbulkan efisiensi kerja namun
suhu yang terlalu dingin juga akan mengurangi efisiensi.

d. Bebas serangga (lalat, nyamuk, kecoa) dan bebas dari bau-bauan yang tidak
sedap.

e. Penggunaan musik di tempat kerja, dan sebagainya.

Definisi Kerja, merupakan sesuatu yang dikeluarkan oleh seseorang sebagai profesinya, dan dengan sengaja dilakukan untuk mendapatkan penghasilan. Pengeluaran tersebut berupa energi untuk kegiatan yang dibutuhkan oleh seseorang untuk mencapai tujuan tertentu.

Setiap individu atau manusia mempunyai kemampuan berbeda-beda dalam melakukan pekerjaannya yang pasti mempunyai perberbeda dengan seseorang yang lain meskipun pendidikan dan pengalamannya sama serta bekerja pada suatu pekerjaan ataupun tugas yang sama. Perbedaan ini disebabkan karena kapasitas yang dimiliki orang tersebut berbeda. Kemampuan tenaga kerja pada umumnya dapat diukur dari keterampilannya dalam melaksanakan pekerjaannya. Semakin tinggi keterampilan yang dimiliki oleh tenaga kerja, semakin efisien badan (anggota badan), tenaga dan pemikiran (mentalnya) dalam melaksanakan pekerjaan. Penggunaan tenaga dan mental atau jiwa yang efisien, berarti beban kerjanya relatif rendah.

Maka dari itu efesiensi kerja sangat penting dalam mengkaji kinerja karyawan, khususnya agar para pekerja tidak mengalami kelelahan dalam waktu cepat dalam bekerja. Karena suatu efisiensi kerja berkaitan dengan pelaksanaan atau kegiatan yang dilakukan manusia dari pekerjaannya.

Efisiensi merupakan suatu ukuran keberhasilan yang dapat dinilai dari segi besarnya sumber maupun biaya untuk mencapai suatu hasil dari kegiatan yang dijalankan. Efisiensi dapat diartikan juga,merupakan perbandingan yang terbaik antara input (masukan) dan output (hasil antara keuntungan dengan sumber-sumber yang dipergunakan), seperti halnya juga hasil optimal yang dicapai dengan penggunaan sumber yang terbatas. Oleh karena itu suatu perusahaan sekiranya dapat membuat suatu system ataupun memperhatikan suatu efisiensi dari suatu pekerjaan yang dilakukan oleh manusia agar kinerjanya dapat lebih maksimal, dan tentunya tidak menimbulkan efek lelah yang terjadi dalam waktu yang singkat. Sutau efisiensi kerja dapat dirancang dengan proses dengan benar, respon suatu reaksi, daya ingat jangka pendek, rasa kewaspadaan.

Kelelahan adalah suatu mekanisme perlindungan tubuh agar tubuh terhindar dari kerusakan lebih lanjut sehingga terjadi pemulihan setelah istirahat. Istilah kelelahan biasanya menunjukkan kondisi yang berbeda-beda dari setiap individu, tetapi semuanya bermuara kepada kehilangan efisiensi dan penurunan kapasitas kerja serta ketahanan tubuh.

Kelelahan kerja biasanya terjadi pada para pekerja yang mempunyai rutinitas yang sama dan berlangsung terus menerus bahkan setiap hari, dan biasanya timbul saat pekerjaan sedang berlangsung dan saat suatu pekerjaan sudah terselesaikan. Kelelahan kerja akan meningkat dengan semakin lamanya pekerjaan yang dilakukan, dalam waktu yang lama akan menimbulkan RSI (repetition strain injuries) yaitu nyeri otot, tulang tendon, dll yang diakibatkan oleh pekerjaan yang bersifat berulang (repetitive). Berikut jenis-jenis dari kelelahan:

Ø Kelelahan otot :

Merupakan tremor pada otot atau perasaan nyeri pada otot, didalam suasana kerja dengan otot statis,aliran darah menurun, asam laktat terakumulasi dan mengakibatkan kelelahan otot lokal dikarenakan beban otot tidak merata pada sejumlah jaringan tertentu, dan pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja seseorang.

Ø Rasa bosan :

Merupakan manifestasi dari reaksi adanya suasana monoton, faktor ini sering timbul dalam industri niaga dengan kondisi kerja yang berulang-ulang

Ø Kelelahan secara umum :

perasaan adanya kelelahan secara umum ditandai dengan berbagai kondisi antara lain :

· Kelelahan Visual (pengelihatan)

· Kelelahan seluruh tubuh

· Kelelahan mental

· Kelelahan urat syaraf

· Stress dan rasa malas bekerja

· Kuantitas dan Kualitas output

· Flicker-fusion

Kelelahan yang terjadi, secara umum menggambarkan berkurangnya suatu keinginan pekerja dalam melakukan pekerjaannya, sehingga dapat memberikan dampak negative bagi kinerjanya. Factor yang biasanya dapat menyebabkan terjadinya kelelahan secara umum, karena; monotoni (pekerjaan yang sifatnya monoton), intensitas dan lamanya kerja fisik, keadaan lingkungan, kondisi mental dan psikologis, status kesehatan, dan gizi.

Pengaruh-pengaruh tersebut terakumulasi di dalam tubuh manusia dan menimbulkan perasaan lelah yang dapat menyebabkan seseorang berhenti bekerja (beraktivitas). Kelelahan dapat diatasi dengan beristirahat untuk menyegarkan tubuh. Apabila kelelahan tidak segera diatasi dan pekerja dipakasa untuk terus bekerja, maka kelelahan akan semakin parah dan dapat mengurangi produktivitas pekerja. Kelelahan sama halnya dengan keadaan lapar dan haus sebagai suatu mekanisme untuk mendukung kehidupan.

Grandjean (1988) juga mengklasifikasikan kelelahan ke dalam 7 bagian yaitu:

  1. Kelelahan tubuh secara umum, yaitu kelelahan akibat beban fisik yang berlebihan
  2. Kelelahan mental, yaitu kelelahan yang disebabkan oleh pekerjaan mental atau intelektual
  3. Kelelahan syaraf, yaitu kelelahan yang disebabkan oleh tekanan berlebihan pada salah satu bagian sistem psikomotor, seperti pada pekerjaan yang membutuhkan keterampilan
  4. Pekerjaan yang bersifat monoton
  5. Kelelahan kronis, yaitu kelelahan akibat akumulasi efek jangka panjang
  6. Kelelahan sirkadian, yaitu bagian dari ritme siang-malam, dan memulai periode tidur yang baru

Terdapat teori tentang kelelahan, teori yang popular ialah teori kimia dan teori syaraf pusat.

  • Teori kimia menjelaskan bahwa terjadinya kelelahan adalah akibat berkurangnya cadangan energy dan meningkatnya sisa metabolism sebagai penyebab hilangnya efisiensi otot. Suma’mur menyatakan bahwa produktivitas mulai menurun setelah empat jam bekerja terus menerus (apapun jenis pekerjaannya) yang disebabkan oleh menurunnya kadar gula di dalam darah. Itulah sebabnya istirahat sangat diperlukan minimal setengah jam setelah empat jam bekerja terus menerus agar pekerja memperoleh kesempatan untuk makan dan menambah energy yang diperlukan tubuh untuk bekerja.
  • Teori syaraf pusat menjelaskan bahwa bahwa perubahan kimia hanya merupakan penunjang proses. Perubahan kimia yang terjadi menyebabkan dihantarkannya rangsangan syaraf melalui syaraf sensoris ke otak yang disadari sebagai kelelahan otot. Rangsangan aferen ini menghambat pusat-pusat otak dalam mengendalikan gerakan sehingga frekuensi potensial kegiatan pada sel syaraf menjadi berkurang dan menyebabkan menurunnya kekuatan dan kecepatan kontraksi otot serta gerakan atas perintah menjadi lambat. Sehingga semakin lambat gerakan seseorang menunjukkan semakin lelah kondisi seseorang.

Pengukuran Kelelahan

Sampai saat ini belum ada cara untuk mengukur tingkat kelelahan secara langsung. Pengukuran-pengukuran yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya hanya berupa indikator yang menunjukkan terjadinya kelelahan akibat kerja. Grandjean (1993) dalam Tarwaka et al (2004) mengelompokkan metode pengukuran kelelahan dalam beberapa kelompok, yaitu:

  1. Kualitas dan kuantitas kerja yang dilakukan
  2. Uji psikomotor
  3. Uji hilangnya kelipan (flicker-fusion test)
  4. Perasaan kelelahan secara subjektif
  5. Uji mental


Kaitannya dengan ergonomi ialah dari sisi aplikasi atau penerapannya dalam melakukan efisiensi kerja, yakni bagaimana seorang ahli ergomoni menciptakan, menyusun ataupun membuat sesuatu yang digunakan oleh manusia menjadi efisien serta dapat menyesuaikan dengan keadaan manusia agar tidak terjadi eror dalam bekerja khususnya mengalami kelelahan, yang dapat berdampak pada output, hasil atau kinerja seorang pekerja tersebut. Bentuk penerapannya misalnya seperti; Posisi Kerja terdiri dari posisi duduk dan posisi berdiri, Proses Kerja, Tata letak tempat kerja, ataupun dalam mengangkat beban yang dilakukan pekerja.


DAFTAR PUSTAKA

http://dansite.wordpress.com/2009/03/28/pengertian-efisiensi/

http://anakkesmas.blogspot.com/2009/09/determinan-kesehatan-kerja.html

http://nonameface.wordpress.com/2008/07/25/kelelahan-kerja-occupational-fatigue/

0 ComMent:

- Hiii guys,, TerIma KaSih iaa ataS KunjUngaN'y, sEmoga Isi daLam bLog iNi daPat mEmberIkan mAnfaaT sErta PengEtaHuan LebiH baGi Qt, dan Segala iSi daLam Blog ini bErdasarKan sUmber dAn RefereNsi yang di Dapat -