CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Pages

Sim Pets

Sabtu, 06 Maret 2010

ANTROPOMETRI

ANTROPOMETRI DAN ERGONOMI

Berbicara masalah ergonomi sangat erat kaitannya dengan alat, aktivitas, serta produk – produk yang dihasilkan oleh manusia. Karena disini ergonomi merupakan suatu keilmuan yang multidisiplin, mempelajari pengetahuan-pengetahuan dari ilmu kedokteran, biologi, ilmu psikologi dan sosiologi. Pada prinsipnya disiplin ergonomi akan mempelajari apa akibat-akibat jasmani, kejiwaan dan sosial dari teknologi dan produk-produknya terhadap manusia melalui pengetahuan-pengetahuan tersebut pada jenjang mikro maupun makro. Maksud dan tujuan dari ergonomi adalah mendapatkan suatu pengetahuan yang utuh tentang permasalahan-permasalahan interaksi manusia dengan produk-produknya, sehingga dimungkinkan adanya suatu rancangan sistem manusia-mesin yang optimal. Dengan demikian disiplin ergonomi melihat permasalahan interaksi tersebut sebagai suatu sistem dengan pemecahan-pemecahan masalahnya melalui proses pendekatan sistem pula. Disiplin ini akan mencoba membawa ke arah proses perancangan mesin yang tidak saja memiliki kemampuan produksi yang lebih canggih lagi, melainkan juga memperhatikan aspek-aspek yang berkaitan dengan kemampuan dan keterbatasan manusia yang mengoperasikan mesin tersebut. Tujuan pokoknya adalah terciptanya desain sistem manusia-mesin yang terpadu sehingga efektivitas dan efisiensi kerja bisa tercapai secara optimal.

v Antropometri

Antropometri berasal dari bahasa yunani, antropo yang berati manusia dan metri yang berarti mengukur. Dan secara literal berarti "pengukuran manusia". Di dalam antropologi fisik merujuk pada pengukuran individu atau manusia untuk mengetahui variasi fisik manusia. Kini, antropometri berperan penting dalam bidang perancangan industri, perancangan pakaian, ergonomik, dan arsitektur. Dalam bidang-bidang tersebut, data statistik tentang distribusi dimensi tubuh dari suatu populasi diperlukan untuk menghasilkan produk yang optimal. Perubahan dalam gaya kehidupan sehari-hari, nutrisi, dan komposisi etnis dari masyarakat dapat membuat perubahan dalam distribusi ukuran tubuh (misalnya dalam bentuk epidemic kegemukan), dan membuat perlunya penyesuaian berkala dari koleksi data antropometrik.

Antropometri dibagi atas dua bagian, adalah sebagai berikut:

a. Antropetri Statis

Pengukuran manusia pada posisi diam dan linear pada permukaan tubuh. Ada beberapa factor yang mempengaruhi dimensi tubuh manusia, diantaranya:

· Umur

Ukuran tubuh manusia akan berkembang dari saat lahir sampai sekitar 20 tahun untuk pria, da 17 tahun untuk wanita. Ada kecenderungan berkurang setelah 60 tahun.

· Jenis Kelamin

Pria umumnya memiliki dimensi tubuh yang lebih besar, kecuali dada dan pinggul.

· Suku bangsa (etnis)

· Sosial Ekonomis

Konsumsi gizi yang diperoleh

· Pekerjaan

Aktivitas sehari-hari juga berpengaruh.

b. Antropomerti Dinamis

Antropometri dinamis adalah pengukuran keadaan dan ciri-ciri fisik manusia dalam keadaan bergerak atau memperhatikan gerakan-gerakan yang mungkin terjadi saat pekerja tersebut melaksanakan kegiatannya.

Contoh gambar dalam suatu pengukuran :



Istilah Antropometri juga dikenal dalam bidang industri, yakni suatu pengetahuan yang menyangkut pengukuran tubuh manusia khususnya untuk mengukur dimensi tubuh. Dari pengukuran tersebut, maka di dapatkan hasil yang dimana akan digunakan untuk membuat atau menentukan berapa ukuran yang harus digunakan untuk merancang sebuah produk, yang akan digunakan oleh manusia atau individu tersebut khususnya bagi para pekerja.


Mengapa ilmu Antropometri sangat diperlukan dalam bidang industri????

Ini adalah berkaitan dengan ergonimis, karena ilmu ergonomi memanfaatkan informasi mengenai sifat, kemampuan, dan keterbatasan manusia untuk merancang system kerja. Dengan ergonomi, diharapkan manusia yang berperan sentral dalam suatu system kerja dapat bekerja dengan baik, yaitu efektif, nyaman, aman, sehat, dan efisien. Serta untuk dapat merancang sistem kerja yang sesuai dengan kebutuhan manusianya sebagai pekerja, maka diperlukan ilmu antropometri untuk mengetahui kemampuan dan keterbatasan manusia dalam melakukan pekerjaan tersebut. Karena dengan menggunakan antropometri ini, kita dapat mengetahui dimensi tubuh manusia, mulai dari ujung kaki sampai dengan ujung rambut. Dengan adanya data ukuran dimensi tubuh inilah, kita sebagai perancang sistem kerja dapat membuat dan juga memperbaiki sistem kerja yang ada agar dapat lebih baik lagi serta berguna bagi pemakainya dari sebelumnya dan juga sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan yang dimiliki operator sebagai pekerja.

Kerja manusia Secara garis besar, dapat digolongkan menjadi kerja fisk (otot) dan kerja mental (otak). Pemisahan ini tidak dapat diakukan secara sempurna, karena terdapatnya hubungan yang erat antara satu dengan lainnya. Apabila dilihat dari energi yang dikeluarkan, kerja mental murni relative lebih sedikit mengeluarkan energi dibandingkan dengan kerja fisik.

Kerja fisik dan mental masing-masing mempunyai intensitas yang berbeda-beda. Tingkat intensitas yang terlampau tinggi memungkinkan pemakaian energi yang berlebihan, sebaliknya intensitas yang terlalu rendah menimbulkan rasa bosan dan jenuh. Karena itu perlu diupayakan tingkat intensitas yang optimum yang ada diantara kedua batas ekstrim tadi dan tentunya untuk tiap individu akan berbeda. Pekerjaan seperti operator yang bertugas memantau panel control termasuk pekerjaan dengan intensitas fisik yang rendah namun intensitas mental tinggi, sebaliknya pekerjaan material handling secara manual, intensitas fisiknya tinggi namun intensitas mentalnya rendah.

Tingkat intensitas kerja optimum, umumnya dilaksanakan apabila tidak ada tekanan (stress) dengan ketegangan (strain). Tekanan disini berkenaan dengan beberapa aspek dari aktivitas manusia atau dari lingkungannya yang terjadi akibat reaksi individu tersebut yang mendapatkan beberapa keinginan yang tidak sesuai. Sedangkan ketegangan merupakan konsekuensi logis yang harus diterima oleh individu sebagai akibat dari tekanan.

Beberapa faktor yang mempengaruhi hasil kerja (performasi) manusia, dan dapat dibagi atas 2 kelompok, yaitu:

Ø Faktor-faktor diri (individual): sikap, sifat, system nilai, karakteristik fisik, minat, motivasi, usia, jenis kelamin, pendidikan, pengalaman, dan lain-lain.

Ø Faktor-faktor situasional: lingkungan fisik, mesin dan peralatan, metode kerja, dan lain-lain

Trifin mengemukakan kriteria-kriteria yang dapat digunakan untuk mengetahui pengearuh perkerjaan terhadap manusia dalam suatu system kerja, yaitu: criteria faal, criteria kejiwaan, dan criteria hasil kerja.

Ø Kerja faal meliputi, kecepatan denyut jantung, konsumsi oksigen, tekanan darah, tingkat penguapan, temperature tubuh, komposisi kimia dalam darah dan air seni. Criteria ini digunakan untuk mengetahui perubahan fungsi-fungsi alat-alat tubuh selama bekerja.

Ø Kriteria kejiwaan meliputi, pengujian tingkat kejiwaan, seperti kejemuan, emosi, motivasi, sikap, dan lain-lain. Kriteria kejiwaan digunakan untuk mengetahui perubahan kejiwaan yang timbul selama bekerja.

Ø Kriteri hasil kerja meliputi, pengukuran hasil kerja yang diperoleh dari perkerja. Kriteria ini digunakan untuk mengetahui pengruh seluruh kondisi kerja dengan melihat hasil kerja yang diperoleh dari pekerja.


Di dalam bidang industri juga terdapat istilah yang biasa disebut dengan Biomekanika, yakni suatu pengetahuan yang menyangkut kekuatan tubuh manusia khususnya otot, dimana tujuannya adalah untuk menghindari kelelahan atau fatigue. Karena karyawan atau operator harus memiliki kekuatan yang besar khususnya otot karena dalam dunia industry yang dibutuhkan bukan hanya operator atau karyawan yang memiliki keahlian khusus tetapi kekuatan otot juga sangat penting karena dalam dunia industry pekerja atau karyawan, dimanapun dapat mengalami kelelahan atau fatigue karena beraktivitas dalam pekerjaannya. Ini juga berkaitan dengan atau sangat diperlukan oleh pekerja untuk menganalisis kesehatan dan keselamatan kerja pekerja atau karyawan dalam system kerja tertentu.

· Studi biomekanika dapat diterapkan pada:

Ø Merancang kembali pekerjaan yang sudah ada

Ø Mengevaluasi pekerjaan

Ø Penyaringan pegawai

Ø Tugas-tugas penanganan manual

Ø Pembebanan Statis

Ø Penentuan system waktu

· Prinsip-prinsip dari biomekanika adalah sebagai berikut:

Ø Kurangi berat dari benda yang ditangani

Ø Manfaatkan da atau lebih orang untuk memindahkan barang yang berat

Ø Ubahlah aktivitas jika mungkin, sehingga lebih udah, ringan, dan tidak berbahaya.

Ø Minimasi jarak horizontal antara tempat mulai dan berakir pada pemindahan barang.

Ø Material terletak tidak lebih tinggi dari bahu

Ø Kurangi frekuensi pemindahan

Ø Berikan waktu istirahat

Ø Berlakukan rotai kerja terhadap pekerjaan yang sedikit membutuhkan tenaga

Ø Rancang container agar mempunyai pegangan yang dapat dipegang dekat dengan tubuh

Ø Benda yang berat dijaga setinggi lutut.

· Fatigue adalah suatu kelelahan yang terjadi pada syaraf dan otot-otot manusia sehingga tidak dapat berfungsi sebagai mana mestinya. Makin berat badan yang dikerjakan dan gerakan semakin tidak teratur, maka timbulnya fatigue akan lebih cepat. Timbulnya fatigue ini perlu dipelajari untuk menentukan tingkat kekuatan otot manusia, sehingga kerja yang akan diakukan atau dibebankan dapat sesuai dengan kemampuan otot tersebut.

Menurut Barnes, fatigue dapat dilihat dari tiga hal, yaitu

· Perasaan lelah

· Perubahan fisiologs dalam tubuh

· Menurunnya kemampuan kerja

Faktor-faktor yang mempengaruhi fatigue adalah sebagai berikut:

· Besarnya tenaga yang dikeluarkan

· Frekuensi dan lamanya bekerja

· Cara dan sikap melakukan aktivitas

· Jenis olahraga

· Jenis kelamin

· Umur

Misalnya, Untuk menciptakan proses pengangkutan yang aman, maka dapat dibuat dan dihitung RWL (Recommended Weight Limit) dan juga LI (Lifting Index). RWL dihitung agar diketahui berapa berat benda yang dapat direkomendasikan untuk diangkut oleh seorang pekerja, sedangkan LI dihitung agar diketahui apakah proses pengangkutan yang dilakukan aman untuk dilakukan atau tidak. Ukuran aman untuk lifting index ini berkisar antara 1-3, jika nilai LI sudah lebih dari 3, maka pengangkutan tidak aman untuk dilakukan. Dengan adanya bantuan dari biomekanika ini kita dapat mengetahui kemampuan manusia khususnya kekuatan otot manusia, terutama dalam hal mengangkut barang.


DAFTAR PUSTAKA

http://trescent.wordpress.com/

http://id.wikipedia.org/wiki/Antropometri

http://talawang.blogspot.com/2009/03/praktikum-antropometri-biomekanika.html

0 ComMent:

- Hiii guys,, TerIma KaSih iaa ataS KunjUngaN'y, sEmoga Isi daLam bLog iNi daPat mEmberIkan mAnfaaT sErta PengEtaHuan LebiH baGi Qt, dan Segala iSi daLam Blog ini bErdasarKan sUmber dAn RefereNsi yang di Dapat -