CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Pages

Sim Pets

Jumat, 12 Maret 2010

KERJA DAN KELETIHAN

KERJA DAN KELETIHAN

KAITANNYA DENGAN ERGONOMI

Menurut International Ergonomics Association, Ergonomi berasal dari dua kata; ERGON (Kerja) dan NOMOS (Ilmu Pengetahuan), yakni suatu studi tentang aspek manusia dalam kaitannya dengan lingkungan kerjanya yang ditinjau secara anatomi, fisiologi, psikologi, engineering, manajemen serta desain atau perancangan untuk mendapatkan suatu suasana kerja yang dapat sesuai dengan pemakainya (manusia). Secara singkat dapat dikatakan bahwa, ergonomi merupakan suatu penyesuaian yang dilakukan manusia terhadap tugas pekerjaannya dengan kondisi tubuh manusia itu sendiri, tujuannya adalah untuk menurunkan tingkat stress serta beban kerja yang akan dihadapi manusia dalam pekerjaannya.


Lingkungan kerja yang tidak sehat akan menjadi beban tambahan bagi kerja dan atau bagi karyawan, misalnya :

a) Penerangan atau pencahayaan ruangan kerja yang tidak cukup dapat
menyebabkan keletihan mata.

b) Kegaduhan dan bising dapat mengganggu konsentrasi, mengganggu daya ingat dan menyebabkan kelelahan psikologis.

c) Gas, uap, asap dan debu yang terhisap lewat pernapasan dapat mempengaruhi berfungsinya berbagai jaringan tubuh yang akhirnya menurunkan daya kerja.

d) Binatang, khususnya serangga (nyamuk, kecoa, lalat, dan sebagainya)
disamping mengganggu konsentrasi kerja juga merupakan pemindahan (vektor) dan penyebab penyakit.

e) Alat-alat bantu kerja yang tidak ergonomis (tidak sesuai dengan ukuran tubuh) akan menyebabkan kelelahan kerja yang cepat.

f) Hubungan atau iklim kerja yang tidak harmonis dapat menimbulkan kebosanan,tidak betah kerja dan sebagainya yang akhirnya menurunkan produktivitas kerja.


Maka agar faktor-faktor diatas tidak menjadi beban tambahan kerja, faktor lingkungan tersebut dapat diatur sedemikian rupa sehingga dapat meningkatkan gairah kerja, misalnya :


a. Penerangan / pencahayaan yang cukup, standar penerangan tempat kerja setara
dengan 100-200 kaki lilin. Penggunaan lampu neon (fluorecent) dianjurkan
karena kesilauan rendah, tidak banyak bayangan, dan suhu rendah.

b. Dekorasi warna di tempat kerja. Warna atau cat tembok mempunyai arti penting
dalam kesehatan kerja. Warna merah padam misalnya, dapat merangsang
seseorang bekerja lebih cepat daripada warna biru.

c. Ruangan yang diberi pendingin (AC) akan menimbulkan efisiensi kerja namun
suhu yang terlalu dingin juga akan mengurangi efisiensi.

d. Bebas serangga (lalat, nyamuk, kecoa) dan bebas dari bau-bauan yang tidak
sedap.

e. Penggunaan musik di tempat kerja, dan sebagainya.

Definisi Kerja, merupakan sesuatu yang dikeluarkan oleh seseorang sebagai profesinya, dan dengan sengaja dilakukan untuk mendapatkan penghasilan. Pengeluaran tersebut berupa energi untuk kegiatan yang dibutuhkan oleh seseorang untuk mencapai tujuan tertentu.

Setiap individu atau manusia mempunyai kemampuan berbeda-beda dalam melakukan pekerjaannya yang pasti mempunyai perberbeda dengan seseorang yang lain meskipun pendidikan dan pengalamannya sama serta bekerja pada suatu pekerjaan ataupun tugas yang sama. Perbedaan ini disebabkan karena kapasitas yang dimiliki orang tersebut berbeda. Kemampuan tenaga kerja pada umumnya dapat diukur dari keterampilannya dalam melaksanakan pekerjaannya. Semakin tinggi keterampilan yang dimiliki oleh tenaga kerja, semakin efisien badan (anggota badan), tenaga dan pemikiran (mentalnya) dalam melaksanakan pekerjaan. Penggunaan tenaga dan mental atau jiwa yang efisien, berarti beban kerjanya relatif rendah.

Maka dari itu efesiensi kerja sangat penting dalam mengkaji kinerja karyawan, khususnya agar para pekerja tidak mengalami kelelahan dalam waktu cepat dalam bekerja. Karena suatu efisiensi kerja berkaitan dengan pelaksanaan atau kegiatan yang dilakukan manusia dari pekerjaannya.

Efisiensi merupakan suatu ukuran keberhasilan yang dapat dinilai dari segi besarnya sumber maupun biaya untuk mencapai suatu hasil dari kegiatan yang dijalankan. Efisiensi dapat diartikan juga,merupakan perbandingan yang terbaik antara input (masukan) dan output (hasil antara keuntungan dengan sumber-sumber yang dipergunakan), seperti halnya juga hasil optimal yang dicapai dengan penggunaan sumber yang terbatas. Oleh karena itu suatu perusahaan sekiranya dapat membuat suatu system ataupun memperhatikan suatu efisiensi dari suatu pekerjaan yang dilakukan oleh manusia agar kinerjanya dapat lebih maksimal, dan tentunya tidak menimbulkan efek lelah yang terjadi dalam waktu yang singkat. Sutau efisiensi kerja dapat dirancang dengan proses dengan benar, respon suatu reaksi, daya ingat jangka pendek, rasa kewaspadaan.

Kelelahan adalah suatu mekanisme perlindungan tubuh agar tubuh terhindar dari kerusakan lebih lanjut sehingga terjadi pemulihan setelah istirahat. Istilah kelelahan biasanya menunjukkan kondisi yang berbeda-beda dari setiap individu, tetapi semuanya bermuara kepada kehilangan efisiensi dan penurunan kapasitas kerja serta ketahanan tubuh.

Kelelahan kerja biasanya terjadi pada para pekerja yang mempunyai rutinitas yang sama dan berlangsung terus menerus bahkan setiap hari, dan biasanya timbul saat pekerjaan sedang berlangsung dan saat suatu pekerjaan sudah terselesaikan. Kelelahan kerja akan meningkat dengan semakin lamanya pekerjaan yang dilakukan, dalam waktu yang lama akan menimbulkan RSI (repetition strain injuries) yaitu nyeri otot, tulang tendon, dll yang diakibatkan oleh pekerjaan yang bersifat berulang (repetitive). Berikut jenis-jenis dari kelelahan:

Ø Kelelahan otot :

Merupakan tremor pada otot atau perasaan nyeri pada otot, didalam suasana kerja dengan otot statis,aliran darah menurun, asam laktat terakumulasi dan mengakibatkan kelelahan otot lokal dikarenakan beban otot tidak merata pada sejumlah jaringan tertentu, dan pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja seseorang.

Ø Rasa bosan :

Merupakan manifestasi dari reaksi adanya suasana monoton, faktor ini sering timbul dalam industri niaga dengan kondisi kerja yang berulang-ulang

Ø Kelelahan secara umum :

perasaan adanya kelelahan secara umum ditandai dengan berbagai kondisi antara lain :

· Kelelahan Visual (pengelihatan)

· Kelelahan seluruh tubuh

· Kelelahan mental

· Kelelahan urat syaraf

· Stress dan rasa malas bekerja

· Kuantitas dan Kualitas output

· Flicker-fusion

Kelelahan yang terjadi, secara umum menggambarkan berkurangnya suatu keinginan pekerja dalam melakukan pekerjaannya, sehingga dapat memberikan dampak negative bagi kinerjanya. Factor yang biasanya dapat menyebabkan terjadinya kelelahan secara umum, karena; monotoni (pekerjaan yang sifatnya monoton), intensitas dan lamanya kerja fisik, keadaan lingkungan, kondisi mental dan psikologis, status kesehatan, dan gizi.

Pengaruh-pengaruh tersebut terakumulasi di dalam tubuh manusia dan menimbulkan perasaan lelah yang dapat menyebabkan seseorang berhenti bekerja (beraktivitas). Kelelahan dapat diatasi dengan beristirahat untuk menyegarkan tubuh. Apabila kelelahan tidak segera diatasi dan pekerja dipakasa untuk terus bekerja, maka kelelahan akan semakin parah dan dapat mengurangi produktivitas pekerja. Kelelahan sama halnya dengan keadaan lapar dan haus sebagai suatu mekanisme untuk mendukung kehidupan.

Grandjean (1988) juga mengklasifikasikan kelelahan ke dalam 7 bagian yaitu:

  1. Kelelahan tubuh secara umum, yaitu kelelahan akibat beban fisik yang berlebihan
  2. Kelelahan mental, yaitu kelelahan yang disebabkan oleh pekerjaan mental atau intelektual
  3. Kelelahan syaraf, yaitu kelelahan yang disebabkan oleh tekanan berlebihan pada salah satu bagian sistem psikomotor, seperti pada pekerjaan yang membutuhkan keterampilan
  4. Pekerjaan yang bersifat monoton
  5. Kelelahan kronis, yaitu kelelahan akibat akumulasi efek jangka panjang
  6. Kelelahan sirkadian, yaitu bagian dari ritme siang-malam, dan memulai periode tidur yang baru

Terdapat teori tentang kelelahan, teori yang popular ialah teori kimia dan teori syaraf pusat.

  • Teori kimia menjelaskan bahwa terjadinya kelelahan adalah akibat berkurangnya cadangan energy dan meningkatnya sisa metabolism sebagai penyebab hilangnya efisiensi otot. Suma’mur menyatakan bahwa produktivitas mulai menurun setelah empat jam bekerja terus menerus (apapun jenis pekerjaannya) yang disebabkan oleh menurunnya kadar gula di dalam darah. Itulah sebabnya istirahat sangat diperlukan minimal setengah jam setelah empat jam bekerja terus menerus agar pekerja memperoleh kesempatan untuk makan dan menambah energy yang diperlukan tubuh untuk bekerja.
  • Teori syaraf pusat menjelaskan bahwa bahwa perubahan kimia hanya merupakan penunjang proses. Perubahan kimia yang terjadi menyebabkan dihantarkannya rangsangan syaraf melalui syaraf sensoris ke otak yang disadari sebagai kelelahan otot. Rangsangan aferen ini menghambat pusat-pusat otak dalam mengendalikan gerakan sehingga frekuensi potensial kegiatan pada sel syaraf menjadi berkurang dan menyebabkan menurunnya kekuatan dan kecepatan kontraksi otot serta gerakan atas perintah menjadi lambat. Sehingga semakin lambat gerakan seseorang menunjukkan semakin lelah kondisi seseorang.

Pengukuran Kelelahan

Sampai saat ini belum ada cara untuk mengukur tingkat kelelahan secara langsung. Pengukuran-pengukuran yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya hanya berupa indikator yang menunjukkan terjadinya kelelahan akibat kerja. Grandjean (1993) dalam Tarwaka et al (2004) mengelompokkan metode pengukuran kelelahan dalam beberapa kelompok, yaitu:

  1. Kualitas dan kuantitas kerja yang dilakukan
  2. Uji psikomotor
  3. Uji hilangnya kelipan (flicker-fusion test)
  4. Perasaan kelelahan secara subjektif
  5. Uji mental


Kaitannya dengan ergonomi ialah dari sisi aplikasi atau penerapannya dalam melakukan efisiensi kerja, yakni bagaimana seorang ahli ergomoni menciptakan, menyusun ataupun membuat sesuatu yang digunakan oleh manusia menjadi efisien serta dapat menyesuaikan dengan keadaan manusia agar tidak terjadi eror dalam bekerja khususnya mengalami kelelahan, yang dapat berdampak pada output, hasil atau kinerja seorang pekerja tersebut. Bentuk penerapannya misalnya seperti; Posisi Kerja terdiri dari posisi duduk dan posisi berdiri, Proses Kerja, Tata letak tempat kerja, ataupun dalam mengangkat beban yang dilakukan pekerja.


DAFTAR PUSTAKA

http://dansite.wordpress.com/2009/03/28/pengertian-efisiensi/

http://anakkesmas.blogspot.com/2009/09/determinan-kesehatan-kerja.html

http://nonameface.wordpress.com/2008/07/25/kelelahan-kerja-occupational-fatigue/

Sabtu, 06 Maret 2010

ANTROPOMETRI

ANTROPOMETRI DAN ERGONOMI

Berbicara masalah ergonomi sangat erat kaitannya dengan alat, aktivitas, serta produk – produk yang dihasilkan oleh manusia. Karena disini ergonomi merupakan suatu keilmuan yang multidisiplin, mempelajari pengetahuan-pengetahuan dari ilmu kedokteran, biologi, ilmu psikologi dan sosiologi. Pada prinsipnya disiplin ergonomi akan mempelajari apa akibat-akibat jasmani, kejiwaan dan sosial dari teknologi dan produk-produknya terhadap manusia melalui pengetahuan-pengetahuan tersebut pada jenjang mikro maupun makro. Maksud dan tujuan dari ergonomi adalah mendapatkan suatu pengetahuan yang utuh tentang permasalahan-permasalahan interaksi manusia dengan produk-produknya, sehingga dimungkinkan adanya suatu rancangan sistem manusia-mesin yang optimal. Dengan demikian disiplin ergonomi melihat permasalahan interaksi tersebut sebagai suatu sistem dengan pemecahan-pemecahan masalahnya melalui proses pendekatan sistem pula. Disiplin ini akan mencoba membawa ke arah proses perancangan mesin yang tidak saja memiliki kemampuan produksi yang lebih canggih lagi, melainkan juga memperhatikan aspek-aspek yang berkaitan dengan kemampuan dan keterbatasan manusia yang mengoperasikan mesin tersebut. Tujuan pokoknya adalah terciptanya desain sistem manusia-mesin yang terpadu sehingga efektivitas dan efisiensi kerja bisa tercapai secara optimal.

v Antropometri

Antropometri berasal dari bahasa yunani, antropo yang berati manusia dan metri yang berarti mengukur. Dan secara literal berarti "pengukuran manusia". Di dalam antropologi fisik merujuk pada pengukuran individu atau manusia untuk mengetahui variasi fisik manusia. Kini, antropometri berperan penting dalam bidang perancangan industri, perancangan pakaian, ergonomik, dan arsitektur. Dalam bidang-bidang tersebut, data statistik tentang distribusi dimensi tubuh dari suatu populasi diperlukan untuk menghasilkan produk yang optimal. Perubahan dalam gaya kehidupan sehari-hari, nutrisi, dan komposisi etnis dari masyarakat dapat membuat perubahan dalam distribusi ukuran tubuh (misalnya dalam bentuk epidemic kegemukan), dan membuat perlunya penyesuaian berkala dari koleksi data antropometrik.

Antropometri dibagi atas dua bagian, adalah sebagai berikut:

a. Antropetri Statis

Pengukuran manusia pada posisi diam dan linear pada permukaan tubuh. Ada beberapa factor yang mempengaruhi dimensi tubuh manusia, diantaranya:

· Umur

Ukuran tubuh manusia akan berkembang dari saat lahir sampai sekitar 20 tahun untuk pria, da 17 tahun untuk wanita. Ada kecenderungan berkurang setelah 60 tahun.

· Jenis Kelamin

Pria umumnya memiliki dimensi tubuh yang lebih besar, kecuali dada dan pinggul.

· Suku bangsa (etnis)

· Sosial Ekonomis

Konsumsi gizi yang diperoleh

· Pekerjaan

Aktivitas sehari-hari juga berpengaruh.

b. Antropomerti Dinamis

Antropometri dinamis adalah pengukuran keadaan dan ciri-ciri fisik manusia dalam keadaan bergerak atau memperhatikan gerakan-gerakan yang mungkin terjadi saat pekerja tersebut melaksanakan kegiatannya.

Contoh gambar dalam suatu pengukuran :



Istilah Antropometri juga dikenal dalam bidang industri, yakni suatu pengetahuan yang menyangkut pengukuran tubuh manusia khususnya untuk mengukur dimensi tubuh. Dari pengukuran tersebut, maka di dapatkan hasil yang dimana akan digunakan untuk membuat atau menentukan berapa ukuran yang harus digunakan untuk merancang sebuah produk, yang akan digunakan oleh manusia atau individu tersebut khususnya bagi para pekerja.


Mengapa ilmu Antropometri sangat diperlukan dalam bidang industri????

Ini adalah berkaitan dengan ergonimis, karena ilmu ergonomi memanfaatkan informasi mengenai sifat, kemampuan, dan keterbatasan manusia untuk merancang system kerja. Dengan ergonomi, diharapkan manusia yang berperan sentral dalam suatu system kerja dapat bekerja dengan baik, yaitu efektif, nyaman, aman, sehat, dan efisien. Serta untuk dapat merancang sistem kerja yang sesuai dengan kebutuhan manusianya sebagai pekerja, maka diperlukan ilmu antropometri untuk mengetahui kemampuan dan keterbatasan manusia dalam melakukan pekerjaan tersebut. Karena dengan menggunakan antropometri ini, kita dapat mengetahui dimensi tubuh manusia, mulai dari ujung kaki sampai dengan ujung rambut. Dengan adanya data ukuran dimensi tubuh inilah, kita sebagai perancang sistem kerja dapat membuat dan juga memperbaiki sistem kerja yang ada agar dapat lebih baik lagi serta berguna bagi pemakainya dari sebelumnya dan juga sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan yang dimiliki operator sebagai pekerja.

Kerja manusia Secara garis besar, dapat digolongkan menjadi kerja fisk (otot) dan kerja mental (otak). Pemisahan ini tidak dapat diakukan secara sempurna, karena terdapatnya hubungan yang erat antara satu dengan lainnya. Apabila dilihat dari energi yang dikeluarkan, kerja mental murni relative lebih sedikit mengeluarkan energi dibandingkan dengan kerja fisik.

Kerja fisik dan mental masing-masing mempunyai intensitas yang berbeda-beda. Tingkat intensitas yang terlampau tinggi memungkinkan pemakaian energi yang berlebihan, sebaliknya intensitas yang terlalu rendah menimbulkan rasa bosan dan jenuh. Karena itu perlu diupayakan tingkat intensitas yang optimum yang ada diantara kedua batas ekstrim tadi dan tentunya untuk tiap individu akan berbeda. Pekerjaan seperti operator yang bertugas memantau panel control termasuk pekerjaan dengan intensitas fisik yang rendah namun intensitas mental tinggi, sebaliknya pekerjaan material handling secara manual, intensitas fisiknya tinggi namun intensitas mentalnya rendah.

Tingkat intensitas kerja optimum, umumnya dilaksanakan apabila tidak ada tekanan (stress) dengan ketegangan (strain). Tekanan disini berkenaan dengan beberapa aspek dari aktivitas manusia atau dari lingkungannya yang terjadi akibat reaksi individu tersebut yang mendapatkan beberapa keinginan yang tidak sesuai. Sedangkan ketegangan merupakan konsekuensi logis yang harus diterima oleh individu sebagai akibat dari tekanan.

Beberapa faktor yang mempengaruhi hasil kerja (performasi) manusia, dan dapat dibagi atas 2 kelompok, yaitu:

Ø Faktor-faktor diri (individual): sikap, sifat, system nilai, karakteristik fisik, minat, motivasi, usia, jenis kelamin, pendidikan, pengalaman, dan lain-lain.

Ø Faktor-faktor situasional: lingkungan fisik, mesin dan peralatan, metode kerja, dan lain-lain

Trifin mengemukakan kriteria-kriteria yang dapat digunakan untuk mengetahui pengearuh perkerjaan terhadap manusia dalam suatu system kerja, yaitu: criteria faal, criteria kejiwaan, dan criteria hasil kerja.

Ø Kerja faal meliputi, kecepatan denyut jantung, konsumsi oksigen, tekanan darah, tingkat penguapan, temperature tubuh, komposisi kimia dalam darah dan air seni. Criteria ini digunakan untuk mengetahui perubahan fungsi-fungsi alat-alat tubuh selama bekerja.

Ø Kriteria kejiwaan meliputi, pengujian tingkat kejiwaan, seperti kejemuan, emosi, motivasi, sikap, dan lain-lain. Kriteria kejiwaan digunakan untuk mengetahui perubahan kejiwaan yang timbul selama bekerja.

Ø Kriteri hasil kerja meliputi, pengukuran hasil kerja yang diperoleh dari perkerja. Kriteria ini digunakan untuk mengetahui pengruh seluruh kondisi kerja dengan melihat hasil kerja yang diperoleh dari pekerja.


Di dalam bidang industri juga terdapat istilah yang biasa disebut dengan Biomekanika, yakni suatu pengetahuan yang menyangkut kekuatan tubuh manusia khususnya otot, dimana tujuannya adalah untuk menghindari kelelahan atau fatigue. Karena karyawan atau operator harus memiliki kekuatan yang besar khususnya otot karena dalam dunia industry yang dibutuhkan bukan hanya operator atau karyawan yang memiliki keahlian khusus tetapi kekuatan otot juga sangat penting karena dalam dunia industry pekerja atau karyawan, dimanapun dapat mengalami kelelahan atau fatigue karena beraktivitas dalam pekerjaannya. Ini juga berkaitan dengan atau sangat diperlukan oleh pekerja untuk menganalisis kesehatan dan keselamatan kerja pekerja atau karyawan dalam system kerja tertentu.

· Studi biomekanika dapat diterapkan pada:

Ø Merancang kembali pekerjaan yang sudah ada

Ø Mengevaluasi pekerjaan

Ø Penyaringan pegawai

Ø Tugas-tugas penanganan manual

Ø Pembebanan Statis

Ø Penentuan system waktu

· Prinsip-prinsip dari biomekanika adalah sebagai berikut:

Ø Kurangi berat dari benda yang ditangani

Ø Manfaatkan da atau lebih orang untuk memindahkan barang yang berat

Ø Ubahlah aktivitas jika mungkin, sehingga lebih udah, ringan, dan tidak berbahaya.

Ø Minimasi jarak horizontal antara tempat mulai dan berakir pada pemindahan barang.

Ø Material terletak tidak lebih tinggi dari bahu

Ø Kurangi frekuensi pemindahan

Ø Berikan waktu istirahat

Ø Berlakukan rotai kerja terhadap pekerjaan yang sedikit membutuhkan tenaga

Ø Rancang container agar mempunyai pegangan yang dapat dipegang dekat dengan tubuh

Ø Benda yang berat dijaga setinggi lutut.

· Fatigue adalah suatu kelelahan yang terjadi pada syaraf dan otot-otot manusia sehingga tidak dapat berfungsi sebagai mana mestinya. Makin berat badan yang dikerjakan dan gerakan semakin tidak teratur, maka timbulnya fatigue akan lebih cepat. Timbulnya fatigue ini perlu dipelajari untuk menentukan tingkat kekuatan otot manusia, sehingga kerja yang akan diakukan atau dibebankan dapat sesuai dengan kemampuan otot tersebut.

Menurut Barnes, fatigue dapat dilihat dari tiga hal, yaitu

· Perasaan lelah

· Perubahan fisiologs dalam tubuh

· Menurunnya kemampuan kerja

Faktor-faktor yang mempengaruhi fatigue adalah sebagai berikut:

· Besarnya tenaga yang dikeluarkan

· Frekuensi dan lamanya bekerja

· Cara dan sikap melakukan aktivitas

· Jenis olahraga

· Jenis kelamin

· Umur

Misalnya, Untuk menciptakan proses pengangkutan yang aman, maka dapat dibuat dan dihitung RWL (Recommended Weight Limit) dan juga LI (Lifting Index). RWL dihitung agar diketahui berapa berat benda yang dapat direkomendasikan untuk diangkut oleh seorang pekerja, sedangkan LI dihitung agar diketahui apakah proses pengangkutan yang dilakukan aman untuk dilakukan atau tidak. Ukuran aman untuk lifting index ini berkisar antara 1-3, jika nilai LI sudah lebih dari 3, maka pengangkutan tidak aman untuk dilakukan. Dengan adanya bantuan dari biomekanika ini kita dapat mengetahui kemampuan manusia khususnya kekuatan otot manusia, terutama dalam hal mengangkut barang.


DAFTAR PUSTAKA

http://trescent.wordpress.com/

http://id.wikipedia.org/wiki/Antropometri

http://talawang.blogspot.com/2009/03/praktikum-antropometri-biomekanika.html

- Hiii guys,, TerIma KaSih iaa ataS KunjUngaN'y, sEmoga Isi daLam bLog iNi daPat mEmberIkan mAnfaaT sErta PengEtaHuan LebiH baGi Qt, dan Segala iSi daLam Blog ini bErdasarKan sUmber dAn RefereNsi yang di Dapat -